Hidup untuk Uang?

21 May 2014

Uang? Hmm, di zaman serba modern seperti ini, siapa yang tak mengenal uang? Mulai dari anak kecil sampai orang dewasa tak luput dari godaan uang. Bagaimana tidak? Apakah bisa kita hidup tanpa uang? Tentu tidak. Jika ada yang berkata iya, saya rasa itu hanya omong kosong. Misalnya saja ketika kita ke toilet umum, tak heran jika kita harus mengeluarkan uang terlebih dahulu untuk membeli karcis. Padahal, kita hanya ingin kencing, yang tak lain mengeluarkan zat yang sudah tak berguna lagi bagi tubuh.

Uang itu bagaikan oksigen yang kita hirup, kalau tidak oksigen ya kita tidak bisa bernafas alias mati. Coba saja kita pikirkan sebagai makhluk hidup kita pasti harus terpenuhi yang namanya kebutuhan primer. Sandang, pangan, dan papan yang kita butuhkan kembali lagi kepada uang yang harus kita miliki. Setelah kebutuhan primer, uang masih memegang peranan utama dalam pemenuhan kebutuhan sekunder, kemudian berlanjut ke kebutuhan terseier. Semua orang pasti ingin kebutuhannya terpenuhi, tetapi perlu diingat tak semua orang bisa memenuhinya. Ada yang dengan mudah mendapatkannya, dan ada yang harus bersusah- susah dahulu untuk mendapatkannya. Dan itulah yang disebut dengan kompetisi. Layaknya seekor singa dan harimau yang berkompetisi untuk mendapatkan seekor rusa, mausiapun demikian. Karena itu, tak jarang kita temukan sosok-sosok manusia dengan berbagai karakter. Seperti apa saja mereka?

Pertama, ada manusia tak beriman yang menghalalkan segala caranya untuk mendapatkan buruannya yaitu uang. Seperti tak menganal hukum, dengan caranya sendiri mereka mencari uang yang sebenarnya bukan menjadi haknya. Mencuri, merampok, dan yang kini marak adalah korupsi. Bahkan diantara mereka dengan bangga memamerkan uangnnya di khalayak umum tanpa merasa bersalah.

Kedua, muncul lah manusia-manusia yang ingin menikmati hasil nya sendiri alias pelit. Mereka tak mau berbagi dengan orang lain. Mungkin pikirnya berhemat, tetapi ditangkap dengan presepsi berbeda dengan orang lain.

Ketiga, ada juga orang yang terperngaruh lingkingannnya sehingga harus hidup dengan barang-barang yang dibeli jauh dari kemampuannya, alias termakan gengsi. Orang-orang ini adalah orang yang memaksakan diri untuk masuk kedalam dunia sosialita yang penuh kemewahan.

Keempat, adalah mereka- mereka yang membanting tulang dari terbit fajar sampai tengah malam, alias sang pekerja keras. Resiko nya, tak jarang mereka me-nomor duakan orang lain, bahkan yang terdekat sekalipun, yaitu keluarga.

Jadi, termasuk golongan yang manakah anda? All About Money. Tetapi anda juga harus ingat kita hidup didunia yang fana, banyak tipu muslihat didalamnya, jadi jangan sampai anda menjadi buta karena uang. Ingatlah, semua yang ada idunia hanya titipan dari yang Maha Kuasa. Intinya, tetap jadi orang beriman, saling berbagi dan jangan lupa bersedekah. Have a nice day :)


TAGS uang


-

Author

Follow Me